Teknik Agar Memanah Tepat Sasaran

jkl

Lakukan teknik ini dengan cara yang tepat dan benar, serta pastikan bahwa tetap didampingi oleh pelatih maupun seorang instruktur yang sudah berpengalaman.

  •  Posisikan kaki secara seimbang dan tetap berdiri dengan tegak.
  •  Kemudian, tempatkan ekor panah dengan cara memasukkan ekor panah pada nocking point yang ada pada tali dan tempatkan gandar atau shaft dalam sandaran panah.
  •  Langkah selanjutnya, posisikan ½ tarikan pada posisi badan yang rileks dengan setengah tarikan. Di saat posisi ini pemanah harus merasakan posisinya tetap tegak.
  •  Tariklah tali dengan cara menarik tali hingga menyentuh bagian dagu, bibir dan hidung.
  •  Lakukan teknik penjangkaran atau anchoring. Teknik ini merupakan gerakan menjangkarkan tangan penarik di bagian dagu dan pernapasan harus tetap dikontrol agar konsentrasi tetap terjaga.
  •  Kemudian menahan sikap memanah beberapa saat sebelum anak panah dilepaskan.
  •   Mulailah membidik dengan gerakan mengarahkan busur pada titik sasaran dan pemanah harus memegang grip dengan rileks.
  •  Lepaskan anak panah dengan cara tangan penarik tali bergerak ke belakang menelusuri dagu dan leher pemanah.
  •  Ketika melepaskan anak panah, pastikan tubuh tetap rileks, tegak dan tatapan mata selalu melihat tepat ke arah bidikan.
  •  Lakukan gerakan follow through dengan sikap badan setelah melepaskan anak panah dan usahakan agar badan tetap rileks.

Lakukan dengan cara yang benar sesuai dan tetap berhati-hati. Setiap melakukan tehnik tersebut pemanah pemula harus diawasi oleh seorang pelatih atau seorang instruktur pemanah agar terhindar dari masalah maupun hal-hal yang tidak diinginkan.

Agar menjadi pemanah profesional dan dapat mengikuti kompetisi memanah, lakukan latihan secara rutin dan berkala untuk menguji kemampuan memanah yang dimiliki. Setelah menjadi seorang pemanah yang handal, gantilah pembidik dengan menggunakan alat bidik untuk kompetisi.

Advertisements

Teknik Dalam Memanah untuk Pemula

zxc

Teknik memanah bagi pemula pada dasarnya ada sembilan langkah, yaitu :

  1. Sikap Berdiri (stand)

Sikap berdiri (stand), menurut Damiri, “Sikap/posisi kaki pada lantai atau tanah. Sikap berdiri yang baik ditandai oleh: (1) titik berat badan ditumpu oleh kedua kaki/tungkai secara seimbang, (2) tubuh tegak, tidak condong ke depan atau ke belakang, ke samping kanan ataupun ke samping kiri.” Terdapat empat macam sikap kaki dalam panahan, yaitu open stand, square stand, close stand, dan oblique stand, yang kebanyakan dipakai oleh pemanah pemula adalah sikap square stand atau sikap sejajar.

  1. Sejajar (square stance)
  • Posisi kaki pemanah terbuka selebar bahu dan sejajar dengan garis tembak.
  • Pemahan pemula disarankan untuk mempergunakan cara ini 1 sampai 2 tahun, selanjutnya baru beralih ke terbuka (open stance)
  • Cara berdiri sejajar mudah dilakukan untuk membuat garis lurus dengan sasaran, namun dalam hal ini perlu diingat, yaitu pada waktu menarik dan holding cenderung badan bergerak.
    1. Terbuka (open stance)
  • Posisi kaki pemanah membuat sudut 450 dengan garis tembak.
  • Pada saat menarik, posisi badan lebih stabil.
  • Posisi leher atau kepala akan lebih rileks dan pandangan pemanah lebih mudah untuk focus kedepan.
  • Cara berdiri seperti ini dianjurkan untuk pemanah lanjutan, katena pada tarikan penuh akan banyak space room pada bahu.
  1. Memasang Ekor Panah (nocking)

Memasang ekor anak panah (nocking), menurut Damiri, “Gerakan menempatkan atau memasukkan ekor panah ke tempat anak panah (nocking point) pada tali dan menempatkan gandar (shaft) pada sandaran anak panah (arrow rest). Kemudian diikuti dengan menempatkan jari-jari penarik pada tali dan siap menarik tali.” Memasang ekor panah dalam olahraga panahan bisa menjadi fatal apabila salah penempatan baik terlalu atas ataupun terlalu bawah, maka perlu untuk memperhatikan kembali apakah anak panah yang dipasang sudah lurus tersandar di busur ataukah belum.

  1. Mengangkat Lengan Busur (extend)

Mengangkat lengan busur (extend), menurut Damiri, “Gerakan mengangkat lengan penahan busur (bow arm) setinggi bahu dan tangan penarik tali siap untuk menarik tali.” Hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu lengan penahan busur rileks, tali ditarik oleh tiga jari yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Tali ditempatkan atau lebih tepatnya diletakkan pada ruas-ruas jari pertama, dan tekanan busur terhadap telapak tangan penahan busur ditengah-tengah titik V, yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk (lengan penahan busur), penulis memperjelas dengan memberikan gambar seperti dibawah ini :

  1. Menarik Tali Busur (drawing)

Menarik tali busur (drawing), menurut Damiri, “Gerakan menarik tali sampai menyentuh dagu, bibir dan atau hidung. Kemudian dilanjutkan dengan menjangkarkan tangan penarik tali di dagu.” Ada tiga fase gerakan menarik, yaitu pre-draw, primary draw dan secondary draw. Pre-draw adalah gerakan tarikan awal. Pada saat ini sendi bahu, sendi siku dan sendi pergelangan tangan telah dikunci.Primary-draw atau tarikan utama adalah gerakan tarikan dari posisi pre-draw sampai tali menyentuh atau menempel dan sedikit menekan atau mengetat pada bagian dagu, bibir dan hidung dan berakhir pada posisi penjangkaran. Secondary-draw atau tarikan kedua adalah gerakan menahan tarikan pada posisi penjangkaran sampai melepas tali (release).

Didalam buku penataran pelatih program pembinaan cabang olahraga panahan tingkat SD dan SLTP yang dipergunakan untuk menarik adalah: jari, punggung telapak (wirst), dan lengan bawah. Ketiga bagian ini pada posisi lurus kemudian lengan atas selanjutnya bahu dan otot belakang. Kebanyakan pemanah-pemanah pemula hanya menggunakan jari-jari saja, kebanyakan mereka tidak menggunakan otot-otot yang seharusnya dipergunakan seperti yang sudah dijelaskan pada halaman-halaman sebelumnya, di bawah ini adalah gambar menarik busur :

  1. Menjangkarkan Lengan Penarik (anchoring)

Menjangkarkan lengan penarik (anchoring), menurut Damiri, “Gerakan menjangkarkan tangan penarik pada bagian dagu.” Hal yang harus diperhatikan, yaitu tempat penjangkaran tangan penarik tali harus tetap sama dan kokoh menempel di bawah dagu, dan harus memungkinkan terlihatnya bayangan tali pada busur (string alignment). Ada dua jenis penjangkaran, yaitu penjangkaran di tengah dan penjangkaran di samping. Pada penjangkaran di tengah, tali menyentuh pada bagian tengah dagu, bibir dan hidung serta tangan penarik menempel di bawah dagu. Pada penjangkaran di samping, tali menyentuh pada bagian samping dagu, bibir dan hidung, serta tangan penarik menempel di bawah dagu.

  1. Menahan Sikap Panahan (tighten)

Menahan sikap panahan (tighten), menurut Damiri, adalah: Suatu keadaan menahan sikap panahan beberapa saat, setelah penjangkaran dan sebelum anak panah dilepas. Pada saat ini otot-otot lengan penahan busur dan lengan penarik tali harus berkontraksi agar sikap panahan tidak berubah. Bersamaan dengan itu pemanah melakukan pembidikan. Jadi pada saat membidik, sikap pemanah harus tetap dipertahankan.

  1. Membidik (Aiming)

Membidik (aiming), menurut Damiri: “Gerakan mengarahkan atau menempelkan titik alat pembidik (visir) pada tengah sasaran/titik sasaran.” Pada posisi membidik, posisi badan dari pemanah diharapkan tidak berubah, kemudian pemanah tidak hanya fokus kepada sasaran tetapi diutamakan pada teknik, dengan kondisi badan yang relaks fokus akan lebih baik.

  1. Melepas Tali/Panah (release)

Melepas tali/panah (release), menurut Damiri: “Gerakan melepas tali busur, dengan cara merilekskan jari-jari penarik tali.” Ada dua cara melepaskan anak panah, yaitu dead release dan active release. Pada dead release setelah tali lepas, tangan penarik tali tetap menempel pada dagu seperti sebelum tali lepas. Pada active release, setelah tali lepas tangan penarik tali bergerak ke belakang menelusuri dagu dan leher pemanah.

Pelepasan anak panah yang baik diperlukan untuk memberikan kekuatan penuh dari tali terhadap panah dalam setiap melepaskan panah yang diinginkan dan untuk mencegah getaran tali yang tidak diperlukan, yang akan menyebabkan panah berputar. Kesalahan sedikit apapun pada saat melepaskan anak panah, mengakibatkan dampak yang sangat besar terhadap sasaran.

  1. Menahan Sikap Panahan (after hold)

Menahan sikap panahan (after hold), menurut Damiri, “Suatu tindakan untuk mempertahankan sikap panahan sesaat (beberapa detik) setelah anak panah meninggalkan busur. Tindakan ini dimaksudkan untuk memudahkan pengontrolan gerak panahan yang dilakukan.”