Hobi Memanah

img-20151210-wa0005

img-20160220-wa0000

Pada awalnya saya tidak tertarik sama sekali dengan aktifitas atau hobi memanah. Karena menurut saya memanah adalah hal yang membosankan, hanya menarik tali busur dan menargetkannya tepat ke sasaran. Tapi ketika itu teman saya mengajak saya untuk memanah dan tergabung dalam komunitas Muslim Archery Club.

Ternyata disana banyak sekali teman-teman saya yang sudah bergabung. Dan akhirnya karena banyak teman disana maka saya putuskan untuk mengikuti komunitas ini. Sedikit demi sedikit akhirnya saya mulai paham dengan teknik memanah yang dahulu saya sepelekan dan akhirnya sekarang saya tahu betapa sulitnya untuk membidik sasaran secara tepat. Butuh banyak latihan dan fokus yang luar biasa agar anak panah tepat mengenai sasaran. Selain itu juga butuh fisik yang kuat untuk menarik busur yang sangat berat untuk ditarik. Serta tumpuan kaki yang kuat butuh banyak lari dan pemanasan-pemanasan sebelum mulai memanah

Saya tergabung dalam Muslim Archery Club sejak tahun 2014 hingga sekarang dan akhirnya memanah menjadi hobi saya saat ini.

Horse Bow

horse

zxcv

Busur Horsebow dan Thumb Draw
Sebelum itu, untuk dapat paham secara utuh, perlu diketahui bahwa tradisi panahan di dunia ini tidaklah sama semuanya, tradisi panahan di dunia ini berbeda-beda menurut perkembangan kebudayaan dan peradabannya masing-masing.
Secara umum, ada 2 tradisi besar panahan, yaitu: Tradisi Barat dengan jenis busur dan teknik yang biasa digunakan orang-orang barat semenjak dahulu seperti tradisi peradaban Celtic/Galia, tradisi peradaban Romawi dan Yunani, tradisi peradaban Germanic, tradisi peradaban Norse/Viking, tradisi peradaban Slavia, dan sebagainya termasuk tradisi peradaban Barat Modern.
Serta ada Tradisi Timur dengan jenis busur dan teknik yang digunakan orang-orang timur seperti dalam tradisi peradaban Islam (Arab, Ottoman, Mamluk, Mughal, dsb), tradisi peradaban Stepa Asia Tengah (Mongol, Hun, Tatar dsb), tradisi peradaban Persia dan Indo-Arya (India), tradisi peradaban Semit dan Mesir Kuno, tradisi peradaban Timur Jauh (Jepang, Korea, China), tradisi peradaban Nusantara dan sebagainya.
Selain itu ada lagi tradisi-tradisi panahan yang skalanya minor atau telah punah seperti tradisi peradaban Afrika (barat, timur, tengah, selatan), tradisi peradaban Indian Amerika Utara, tradisi peradaban Amerika Selatan (Aztec, Inca, Maya), tradisi peradaban Aborigin dan sebagainya.
Sehingga masing-masing yang mempelajari tradisi memanah ini akan memiliki sanad keilmuan yang berbeda-beda jika dirunut ke masa lalu.
Teknik dan metode panahan yang dipelajari dalam grup ini adalah Tradisi Panahan Timur dengan menggunakan jenis Busur Horsebow dan teknik Thumb Draw.
Definisi Busur Horsebow: Busur Horsebow adalah istilah umum genre busur yang secara tradisi biasa digunakan sambil menunggang kuda dengan performa yang paling optimal, karena ada busur lain yang juga bisa digunakan di atas kuda namun tidak optimal. Busur horsebow ditandai dengan ukurannya yang relatif pendek, walau ada juga yang panjang, serta berbahan komposit: kayu/bambu, tanduk dan otot/sinew, dan terdiri dari 3 bagian utama yaitu: gagang, dustar (lengan yang dapat melengkung ketika busur ditarik) dan siyah (segmen kaku di ujung-ujung busur tempat mengaitkan tali busur). Serta disebut dengan busur reflex, karena busur ini umumnya berbentuk huruf C ketika belum dipasangkan tali, dan harus diregangkan untuk dipasangkan tali hingga menjadi bentuk lain yang didalamnya telah tersimpan energi potential pegas yang besar. (Gambar kiri dan kanan atas)
Definisi Thumb Draw: Teknik thumb draw adalah teknik memanah dengan menggunakan jempol untuk menarik tali busur. Dalam teknik ini, tali busur dikaitkan pada jempol yang diperkuat dengan kepalan seluruh tangan yang digunakan untuk menarik busur. Ciri lainnya adalah anak panah diletakkan di sisi kanan pada pangkal jempol tangan yang memegang busur, bukan di sisi kiri. Alat bantu yang diperlukan dalam teknik ini adalah pelindung jempol baik dalam bentuk kulit pelapis maupun cincin jempol atau thumb ring

Anjuran Rasulullah SAW untuk Memanah

asdz

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘hendaknya kalian latihan menembak karena itu permainan yang paling bagus bagi kalian’

Dicatat oleh Al Bazzar dalam Musnad-nya (1048), Al ‘Athar dalam Juz-nya (52), Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Ausath (2093), dari jalan Hatim bin Laits,

حَاتِمُ بْنُ اللَّيْثِ الْجَوْهَرِيُّ , قَالَ : نا يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ , قَالَ : نا أَبُو عَوَانَةَ ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ ، عَنْ أَبِيهِ , قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” عَلَيْكُمْ بِالرَّمْيِ ، فَإِنَّهُ خَيْرٌ لَعِبِكُمْ

“dari Hatim bin Laits Al Jauhari, ia berkata: Yahya bin Hammad menuturkan kepada kami, ia berkata: Abu ‘Awwanah menuturkan kepada kami, dari Abdul Malik bin ‘Umair, dari Mush’ab bin Sa’ad, dari ayahnya (Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallahu’anhu) ia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘hendaknya kalian latihan menembak karena itu permainan yang paling bagus bagi kalian

Al Munawi rahimahullah menjelaskan:
hendaknya kalian latihan menembak‘, yaitu dengan panah
karena itu permainan yang paling bagus bagi kalian‘, maksudnya ia adalah lahwun yang paling baik bagi kalian. Asalnya, maknanya lahwun adalah relaksasi jiwa dengan melakukan sesuatu yang tidak ada tujuan khususnya. dan (dalam bahasa arab) alhaaniy asy syai-i dengan alif, artinya ‘hal itu telah menyibukkanku‘ (Faidhul Qadir, 4/340). Dari penjelasan Al Munawi ini, lahwun artinya sesuatu yang bisa merelaksasi jiwa dan menyibukkan.

Makna ar ramyu secara bahasa:

رَمَى الشيءَ  : ألقاهُ وقَذَفه

ramaa asy syai-a artinya ‘melempar sesuatu’

ويقال : رمَى عن القوس وعليها رَميًا : أطلق سَهْمَهَا

jika dikatakan ramaa ‘anil quusi (busur panah) wa’alaiha ramyan artinya ‘ia menembakkan anak panah’.
(lihat Mu’jam Al Washith)
Sehingga yang dimaksud hadits ini adalah melempar atau menembakkan sesuatu yang bisa menjadi senjata melawan musuh, termasuk disini memanah, melempar tombak, termasuk juga menembak dengan pistol atau senapan dan semacamnya. Andai dianggap menembak dengan pistol (atau alat penembak modern lain) tidak termasuk ar ramyu maka tetap dapat di-qiyas-kan dengannya karena memiliki illah yang sama. Wallahu’alam.

Keutamaan skill menembak atau melempar dan anjuran untuk memiliki skill tersebut secara umum. Dalil-dalil lain tentang hal ini sangat banyak, diantaranya:
Dari sahabat ‘Uqbah bin ‘Amir:

سمعتُ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ ، وهو على المنبرِ ، يقول  وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ . ألا إنَّ القوةَ الرميُ . ألا إنَّ القوةَ الرميُ . ألا إنَّ القوةَ الرميُ

“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkhutbah di atas mimbar. Tentang ayat ‘dan persiapkanlah bagi mereka al quwwah (kekuatan) yang kalian mampu‘ (QS. Al Anfal: 60) Rasulullah bersabda: ‘ketahuilah bahwa al quwwah itu adalah skill menembak (sampai 3 kali)’” (HR. Muslim 1917)
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من تعلَّم الرميَ ثم نسِيَه ؛ فهي نعمةٌ جحَدها

Barangsiapa yang belajar menembak lalu ia melupakannya, maka itu termasuk nikmat yang ia durhakai” (HR Ath Thabrani dalam Mu’jam Ash Shaghir no.4309, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib 1294)
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

اللهْوُ في ثلاثٍ : تأديبُ فرَسِكَ ، و رمْيُكَ بِقوسِكِ ، و مُلاعَبَتُكَ أهلَكَ

Lahwun (yang bermanfaat) itu ada tiga: engkau menjinakkan kudamu, engkau menembak panahmu, engkau bermain-main dengan keluargamu” (HR. Ishaq bin Ibrahim Al Qurrab [wafat 429H] dalam Fadhail Ar Ramyi no.13 dari sahabat Abud Darda’, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ 5498 )

Teknik Agar Memanah Tepat Sasaran

jkl

Lakukan teknik ini dengan cara yang tepat dan benar, serta pastikan bahwa tetap didampingi oleh pelatih maupun seorang instruktur yang sudah berpengalaman.

  •  Posisikan kaki secara seimbang dan tetap berdiri dengan tegak.
  •  Kemudian, tempatkan ekor panah dengan cara memasukkan ekor panah pada nocking point yang ada pada tali dan tempatkan gandar atau shaft dalam sandaran panah.
  •  Langkah selanjutnya, posisikan ½ tarikan pada posisi badan yang rileks dengan setengah tarikan. Di saat posisi ini pemanah harus merasakan posisinya tetap tegak.
  •  Tariklah tali dengan cara menarik tali hingga menyentuh bagian dagu, bibir dan hidung.
  •  Lakukan teknik penjangkaran atau anchoring. Teknik ini merupakan gerakan menjangkarkan tangan penarik di bagian dagu dan pernapasan harus tetap dikontrol agar konsentrasi tetap terjaga.
  •  Kemudian menahan sikap memanah beberapa saat sebelum anak panah dilepaskan.
  •   Mulailah membidik dengan gerakan mengarahkan busur pada titik sasaran dan pemanah harus memegang grip dengan rileks.
  •  Lepaskan anak panah dengan cara tangan penarik tali bergerak ke belakang menelusuri dagu dan leher pemanah.
  •  Ketika melepaskan anak panah, pastikan tubuh tetap rileks, tegak dan tatapan mata selalu melihat tepat ke arah bidikan.
  •  Lakukan gerakan follow through dengan sikap badan setelah melepaskan anak panah dan usahakan agar badan tetap rileks.

Lakukan dengan cara yang benar sesuai dan tetap berhati-hati. Setiap melakukan tehnik tersebut pemanah pemula harus diawasi oleh seorang pelatih atau seorang instruktur pemanah agar terhindar dari masalah maupun hal-hal yang tidak diinginkan.

Agar menjadi pemanah profesional dan dapat mengikuti kompetisi memanah, lakukan latihan secara rutin dan berkala untuk menguji kemampuan memanah yang dimiliki. Setelah menjadi seorang pemanah yang handal, gantilah pembidik dengan menggunakan alat bidik untuk kompetisi.

Teknik Dalam Memanah untuk Pemula

zxc

Teknik memanah bagi pemula pada dasarnya ada sembilan langkah, yaitu :

  1. Sikap Berdiri (stand)

Sikap berdiri (stand), menurut Damiri, “Sikap/posisi kaki pada lantai atau tanah. Sikap berdiri yang baik ditandai oleh: (1) titik berat badan ditumpu oleh kedua kaki/tungkai secara seimbang, (2) tubuh tegak, tidak condong ke depan atau ke belakang, ke samping kanan ataupun ke samping kiri.” Terdapat empat macam sikap kaki dalam panahan, yaitu open stand, square stand, close stand, dan oblique stand, yang kebanyakan dipakai oleh pemanah pemula adalah sikap square stand atau sikap sejajar.

  1. Sejajar (square stance)
  • Posisi kaki pemanah terbuka selebar bahu dan sejajar dengan garis tembak.
  • Pemahan pemula disarankan untuk mempergunakan cara ini 1 sampai 2 tahun, selanjutnya baru beralih ke terbuka (open stance)
  • Cara berdiri sejajar mudah dilakukan untuk membuat garis lurus dengan sasaran, namun dalam hal ini perlu diingat, yaitu pada waktu menarik dan holding cenderung badan bergerak.
    1. Terbuka (open stance)
  • Posisi kaki pemanah membuat sudut 450 dengan garis tembak.
  • Pada saat menarik, posisi badan lebih stabil.
  • Posisi leher atau kepala akan lebih rileks dan pandangan pemanah lebih mudah untuk focus kedepan.
  • Cara berdiri seperti ini dianjurkan untuk pemanah lanjutan, katena pada tarikan penuh akan banyak space room pada bahu.
  1. Memasang Ekor Panah (nocking)

Memasang ekor anak panah (nocking), menurut Damiri, “Gerakan menempatkan atau memasukkan ekor panah ke tempat anak panah (nocking point) pada tali dan menempatkan gandar (shaft) pada sandaran anak panah (arrow rest). Kemudian diikuti dengan menempatkan jari-jari penarik pada tali dan siap menarik tali.” Memasang ekor panah dalam olahraga panahan bisa menjadi fatal apabila salah penempatan baik terlalu atas ataupun terlalu bawah, maka perlu untuk memperhatikan kembali apakah anak panah yang dipasang sudah lurus tersandar di busur ataukah belum.

  1. Mengangkat Lengan Busur (extend)

Mengangkat lengan busur (extend), menurut Damiri, “Gerakan mengangkat lengan penahan busur (bow arm) setinggi bahu dan tangan penarik tali siap untuk menarik tali.” Hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu lengan penahan busur rileks, tali ditarik oleh tiga jari yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Tali ditempatkan atau lebih tepatnya diletakkan pada ruas-ruas jari pertama, dan tekanan busur terhadap telapak tangan penahan busur ditengah-tengah titik V, yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk (lengan penahan busur), penulis memperjelas dengan memberikan gambar seperti dibawah ini :

  1. Menarik Tali Busur (drawing)

Menarik tali busur (drawing), menurut Damiri, “Gerakan menarik tali sampai menyentuh dagu, bibir dan atau hidung. Kemudian dilanjutkan dengan menjangkarkan tangan penarik tali di dagu.” Ada tiga fase gerakan menarik, yaitu pre-draw, primary draw dan secondary draw. Pre-draw adalah gerakan tarikan awal. Pada saat ini sendi bahu, sendi siku dan sendi pergelangan tangan telah dikunci.Primary-draw atau tarikan utama adalah gerakan tarikan dari posisi pre-draw sampai tali menyentuh atau menempel dan sedikit menekan atau mengetat pada bagian dagu, bibir dan hidung dan berakhir pada posisi penjangkaran. Secondary-draw atau tarikan kedua adalah gerakan menahan tarikan pada posisi penjangkaran sampai melepas tali (release).

Didalam buku penataran pelatih program pembinaan cabang olahraga panahan tingkat SD dan SLTP yang dipergunakan untuk menarik adalah: jari, punggung telapak (wirst), dan lengan bawah. Ketiga bagian ini pada posisi lurus kemudian lengan atas selanjutnya bahu dan otot belakang. Kebanyakan pemanah-pemanah pemula hanya menggunakan jari-jari saja, kebanyakan mereka tidak menggunakan otot-otot yang seharusnya dipergunakan seperti yang sudah dijelaskan pada halaman-halaman sebelumnya, di bawah ini adalah gambar menarik busur :

  1. Menjangkarkan Lengan Penarik (anchoring)

Menjangkarkan lengan penarik (anchoring), menurut Damiri, “Gerakan menjangkarkan tangan penarik pada bagian dagu.” Hal yang harus diperhatikan, yaitu tempat penjangkaran tangan penarik tali harus tetap sama dan kokoh menempel di bawah dagu, dan harus memungkinkan terlihatnya bayangan tali pada busur (string alignment). Ada dua jenis penjangkaran, yaitu penjangkaran di tengah dan penjangkaran di samping. Pada penjangkaran di tengah, tali menyentuh pada bagian tengah dagu, bibir dan hidung serta tangan penarik menempel di bawah dagu. Pada penjangkaran di samping, tali menyentuh pada bagian samping dagu, bibir dan hidung, serta tangan penarik menempel di bawah dagu.

  1. Menahan Sikap Panahan (tighten)

Menahan sikap panahan (tighten), menurut Damiri, adalah: Suatu keadaan menahan sikap panahan beberapa saat, setelah penjangkaran dan sebelum anak panah dilepas. Pada saat ini otot-otot lengan penahan busur dan lengan penarik tali harus berkontraksi agar sikap panahan tidak berubah. Bersamaan dengan itu pemanah melakukan pembidikan. Jadi pada saat membidik, sikap pemanah harus tetap dipertahankan.

  1. Membidik (Aiming)

Membidik (aiming), menurut Damiri: “Gerakan mengarahkan atau menempelkan titik alat pembidik (visir) pada tengah sasaran/titik sasaran.” Pada posisi membidik, posisi badan dari pemanah diharapkan tidak berubah, kemudian pemanah tidak hanya fokus kepada sasaran tetapi diutamakan pada teknik, dengan kondisi badan yang relaks fokus akan lebih baik.

  1. Melepas Tali/Panah (release)

Melepas tali/panah (release), menurut Damiri: “Gerakan melepas tali busur, dengan cara merilekskan jari-jari penarik tali.” Ada dua cara melepaskan anak panah, yaitu dead release dan active release. Pada dead release setelah tali lepas, tangan penarik tali tetap menempel pada dagu seperti sebelum tali lepas. Pada active release, setelah tali lepas tangan penarik tali bergerak ke belakang menelusuri dagu dan leher pemanah.

Pelepasan anak panah yang baik diperlukan untuk memberikan kekuatan penuh dari tali terhadap panah dalam setiap melepaskan panah yang diinginkan dan untuk mencegah getaran tali yang tidak diperlukan, yang akan menyebabkan panah berputar. Kesalahan sedikit apapun pada saat melepaskan anak panah, mengakibatkan dampak yang sangat besar terhadap sasaran.

  1. Menahan Sikap Panahan (after hold)

Menahan sikap panahan (after hold), menurut Damiri, “Suatu tindakan untuk mempertahankan sikap panahan sesaat (beberapa detik) setelah anak panah meninggalkan busur. Tindakan ini dimaksudkan untuk memudahkan pengontrolan gerak panahan yang dilakukan.”

Yumi

 

yumi-p1000624

Yumi amat panjang (sepanjang melebihi dua meter), melepasi ketinggian pemanah (ite 射手). Ia secara tradisi dihasilkan dengan menggunakan laminating buluh, kayu dan kulit, menggunakan teknik yang tidak berubah selama beberapa abad, sungguhpun sesetengah pemanah (terutamanya yang baru) mungkin menggunakan yumi buatan. Pembinaan yang digunakan dalam pembangunan Jepun bagi panah (laminated bow) digunakan secara meluas selama beberapa abad sepanjang Eurasia Utara dan semasa Jōmon di Jepun.

Bentuk

Yumi mempunyai bentuk taksekata (asymmetrik); kedudukan pemegang adalah sekitar satu pertiga dari bawah dan bengkok bahagian bawah dan atas adalah berbeza. Beberapa hipotesis telah ditawarkan bagi bentuk tak sekata ini. Sesetenhag percaya bahawa ia direka bagi kegunaan semasa menunggang kuda, di mana yumi boleh di alih dari kekiri dan kekanan dengan mudah. Yang lain percaya bahawa bentuk tak sekata diperlukan bagi membolehkan memanah dari kedudukan melutut dan penjelasan lain adalah ia merupakan ciri kayu semenjak masa sebelum teknik melapis.

Tali

Tali (tsuru) yumi secara tradisi dihasilkan dari hemp, sungguhpun pemanah moden akan menggunakan tali yang dihasilkan dari bahan buatan seperti Kevlar, yang tahan lebih lama. Tali panah biasanya tidak diganti sehingga putus; ini menghasilkan yumi membengkok kearah bertentangan dengan cara ia ditarik, dan dianggap baik bagi penjagaan yumi. Titik menakuk panah pada tali dihasilkan melalui penggunaan hemp dan gam bagi melindungi tali dan memberikan ketebalan yang membantu memegang lekuk pada anak panah semasa menarik busur.

Long Bow

longbow

asd

Long Bow merupakan jenis busur yang memiliki dimensi busur yang cukup panjang kira-kira panjangnya sama dengan tinggi penggunanya. Panjang busur long bow dapat mencapai 2 meter. Dimensi busur yang panjang ini dimaksudkan agar busur tersebut dapat ditarik hingga mencapai wajah penggunanya. Salah satu varian dari busur ini yaitu English Long Bow banyak digunakan oleh Inggris dalam peperangan sebelum fungsi busur ini sebagai senjata digantikan oleh senjata api. Berat tarikan (draw weight) dari busur ini dapat mencapai 160 lbf atau sekitar 710 N

 

Compound Bow

compound-bow-specs

Busur kompaun (compound bow) diklasifikasikan kepada dua sub-kategori, iaitu busur kompaun berburu (hunting compound bow) dan busur kompaun sasaran (target compound bow). Tiada perbezaan ketara antara keduanya melainkan pada aksesori, corak dan warna kemasan luaran. Pun begitu, busur kompaun sasaran dikatakan mempunyai prestasi lebih tinggi, lebih ringan dan lebih mahal, dan banyak digunakan di dalam pertandingan. Pembuatan busur adalah dari logam aloi magnesium (lebih ringan) atau aloi aluminum (lebih murah) dan lain -lain logam.

Kedua-dua sub-kategori ini menggunakan gandingan alat pengintai dan pemandang (sight & peep) untuk membidik sasaran, yang selalunya turut dilengkapi dengan kit pelepas (release kit) untuk menghapuskan ralat dan menjamin ketepatan maksimum.

Busur kompaun (compound bow) menggunakan sistem takal untuk mengurangkan beban tarikan secara mekanikal semasa membidik sasaran, ia boleh menghasilkan kelegaan (let off) antara 75-80% kepada beban tarikan busur. Secara ringkas, untuk busur seberat 50lbs, beban tarikan hanya tinggal sekitar 10-13lbs semasa kedudukan tarikan penuh (full draw), untuk membolehkan penjimatan tenaga, lanjutan masa serta lebih tumpuan diberikan untuk membidik sasaran. Aplikasi kejuruteraan yang tinggi memastikan pemindahan tenaga kinetik dari lenturan lengan busur dan regangan tali sehingga anak panah dilepaskan adalah sangat efektif sehingga menghasilkan kelajuan panah yang tinggi dan hanya mengeluarkan sedikit bunyi.

Rekabentuk busur adalah panahan-lurus (straight-shot), iaitu mempunyai keluk pada busur untuk tempat menyangga anak panah dan sebagai jendela laluan ke sasaran, pada satu satah dengan daya tujahan busur.

Kelebihan:

  • Kelajuan panahan, jarak efektif dan ketepatan busur sangat tinggi berbanding busur-busur lain.
  • Mudah dipelajari dan dikuasai dalam masa yang singkat.
  • Satu-satunya busur yang sesuai untuk mempertahankan diri dan rumah kediaman, kerana tali/kabel busur dalam keadaan terpasang dan tidak perlu ditanggalkan selepas memanah.
  • Kebanyakan busur kompaun mempunyai julat beban tarikan boleh laras, berbanding busur jenis lain dengan beban tarikan yang tetap, atau perlu ditukar lengan yang lain untuk menambah atau mengurangkan berat tarikan.
  • Busur kompaun juga mempunyai julat panjang tarikan (draw length) boleh laras, untuk menyesuaikannya dengan fizikal pengguna yang berbeza.

Kekurangan:

  • Sistem mekanikal busur yang rumit memerlukan penjagaan yang teliti dan cenderung untuk rosak tanpa penggunaan yang betul.
  • Prestasi sebenar busur hanya boleh dicapai dengan aksesori lengkap (rest, sight, peep, release, stabilizer), kombinasi anak panah yang sesuai dan penjajaran yang optimum.
  • Harga busur, aksesori dan komponen gantian adalah mahal.

Recurve Bow

recurvebow

 

Recurve bow adalah perkembangan termutakhir dari busur. Ini adalah jenis busur yang paling umum digunakan di olahraga panahan saat ini. Desainnya terdiri dari tiga bagian utama, riser – pegangan dan tempat aksesori lain dipasang, dan sepasang limb yang merupakan sumber energi pegas busur. Ciri khas dari busur ini adalah bagian ujungnya yang melengkung ke depan (menjauhi pemanah) saat tidak ditarik atau dilepas talinya. Konstruksi seperti ini memungkinkan draw weight yang lebih besar untuk panjang yang sama. Sebagai kompensasinya, bahan penyusun limb memperoleh tegangan/regangan lebih besar daripada busur biasa (longbow).

Bagian-bagian recurve bow

  • Riser – pegangan dan tempat ditempelkannya limb dan aksesori lain.
    • Grip – bagian tempat memegang busur.
    • Arrow rest – tempat meletakkan anak panah, bisa terbuat dari bulu atau plastik.
    • Sight window – bantuan visual untuk membidik.
    • Stabilizer – mengatur keseimbangan busur sesuai keinginan pemanah dan menahan getaran saat menembak.
    • Sight – visir, untuk memperoleh bidikan yang lebih akurat.
  • Limb – menyimpan energi pegas busur. Pada busur yang lebih modern, limb dapat dengan mudah dibongkar pasang untuk ditukar, sementara busur produksi perajin lokal memberikan performa yang kurang bagus jika sering dibongkar pasang.
    • String groove – lekukan tempat tali busur dikaitkan.
    • Limb tip
  • String – mentransfer energi dari tangan pemanah ke limb atau dari limb ke anak panah. Terbuat dari material sintetis seperti Kevlar.
    • Center serving
    • Nock point – tempat anak panah diletakkan, biasanya ditandai dengan lilitan benang di atas serving.

Universitas Budi Luhur

logo-ubl

Berdirinya Universitas Budi Luhur diawali dengan pendirian Yayasan Pendidikan Budi Luhur pada 1 April 1979. Kiprah Yayasan Pendidikan Budi Luhur dalam pendidikan tinggi dimulai dengan didirikannya Akademi Ilmu Komputer (AIK) pada tahun 1979, yang merupakan perguruan tinggi komputer swasta pertama di Indonesia. Sejarah pendidikan tinggi Indonesia mencatat langkah demi langkah perkembangan Akademi Ilmu Komputer sejak tahun 1979 yang layak disebut sebagai pelopor dalam pendidikan tinggi dibidang komputer di Indonesia.

Universitas Budi Luhur (UBL) adalah sebuah universitas swasta yang merupakan penggabungan dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), Sekolah Tinggi Teknik (STT) dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP), diresmikan pendiriannya pada tanggal 7 Juni 2002, berdasarkan surat keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 114/D/O/2002. Universitas Budi Luhur yang merupakan suatu perwujudan karya nyata Yayasan Pendidikan Budi Luhur bagi bangsa dan negara Republik Indonesia, dirancang untuk ikut mencerdaskan anak bangsa dengan dilandasi budi pekerti yang luhur.

Universitas Budi Luhur adalah sebuah perguruan tinggi swasta yang mengemban misi dari Yayasan Pendidikan Budi Luhur, dengan berlandaskan pada motto Asah-Asih-Asuh. Universitas Budi Luhur menyelenggarakan pendidikan, mengembangkan dan menyebarluaskan serta mengabdikan ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian dan ilmu kemanusiaan serta ilmu sosial untuk mengupayakan agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas dan berbudi luhur.

Sejarah 

Akademi Ilmu Komputer Budi Luhur yang berdiri sejak 1979 merupakan cikal bakal Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur, pionir dalam bidang pendidikan informatika dan komputer. Mulai tahun 2000 yang merupakan tonggak masuknya milenium III, Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur memiliki komitmen untuk menghasilkan tenaga profesional di bidanginformatika dan komputer, yang berbudi luhur, inovatif dan ber-adaptasi terhadap teknologi agar mampu bersaing di pasar global.

  • 1979 Berdiri Akademi Ilmu Komputer (AIK) di Jl. Budi Utomo No. 11 Jakarta
  • 1982 Berubah Menjadi Akademi Pengetahuan Komputer Budi Luhur
  • 1984 Pindah dari Jl. Budi Utomo Jl. Ciledug Raya 99
  • 1985 Berubah Menjadi AMIK Budi Luhur, Akademi Teknik Komputer (ATK) Budi Luhur dan Akademi Akuntansi Komputer (AAK) Budi Luhur
  • 1986 Bergabung menjadi (Sekolah Tinggi Pengetahuan Komputer) Budi Luhur
  • 1987 Berubah menjadi STMIK Budi Luhur
  • 2002 Menjadi Fakultas Teknologi Informasi

Jenjang S1 dan D3

  • Teknik Informatika (S1)
  • Sistem Informasi (S1)
  • Sistem Komputer (S1)
  • Komputerisasi Akuntansi (S1)
  • Manajemen Informatika (D3)

Saya berkuliah di Universitas Budi Luhur dengan mengambil jurusan Teknik Informatika di Fakultas Teknologi Informasi. Disini saya belajar berbagai hal mengenai perkembangan teknologi dan juga teknik-teknik dalam membuat sebuah program atau aplikasi. Dalam hal fasilitas Universitas Budi Luhur tidak kalah dengan Universitas lainnya yang memiliki banyak fasilitas untuk kegiatan belajar mengajar.

Link : Universitas Budi Luhur

Link : Fakultas Teknologi Informasi